<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keberlanjutan ekosistem Archives - Agincourt Resources</title>
	<atom:link href="https://agincourtresources.com/id/tag/keberlanjutan-ekosistem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://agincourtresources.com/id/tag/keberlanjutan-ekosistem/</link>
	<description>Embracing A Sustainable Future</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Sep 2026 10:25:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2022/10/cropped-Agincourt-Resources-Member-of-Astra-Logo-32x32.png</url>
	<title>keberlanjutan ekosistem Archives - Agincourt Resources</title>
	<link>https://agincourtresources.com/id/tag/keberlanjutan-ekosistem/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Romansa di Bawah Tanah: Mengenal Simbiosis Akar dan Jamur</title>
		<link>https://agincourtresources.com/id/2026/09/18/romansa-di-bawah-tanah-mengenal-simbiosis-akar-dan-jamur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[darren nurachmad]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog ID]]></category>
		<category><![CDATA[akar tumbuhan]]></category>
		<category><![CDATA[arbuskula]]></category>
		<category><![CDATA[biodiversitas tanah]]></category>
		<category><![CDATA[ecosystem resilience]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem tanah]]></category>
		<category><![CDATA[environmental education]]></category>
		<category><![CDATA[faktor Myc]]></category>
		<category><![CDATA[fosfor tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[fotosintesis]]></category>
		<category><![CDATA[fungi dan tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[hifa jamur]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan simbiosis]]></category>
		<category><![CDATA[keberlanjutan ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mikoriza]]></category>
		<category><![CDATA[mikroorganisme tanah]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[Simbiosis Akar dan Jamur Mikoriza]]></category>
		<category><![CDATA[soil biodiversity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agincourtresources.com/?p=337754</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kisah tentang romansa selalu memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan manusia. Kita menemukannya dalam musik, film, novel, hingga kisah nyata tentang dua orang yang saling mendukung dan menguatkan. Namun, ternyata hubungan yang saling memberi manfaat juga berlangsung di tempat yang jauh dari pandangan mata yaitu di bawah permukaan tanah. Di dalam tanah yang gelap, akar tumbuhan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agincourtresources.com/id/2026/09/18/romansa-di-bawah-tanah-mengenal-simbiosis-akar-dan-jamur/">Romansa di Bawah Tanah: Mengenal Simbiosis Akar dan Jamur</a> appeared first on <a href="https://agincourtresources.com/id/">Agincourt Resources</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kisah tentang romansa selalu memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan manusia. Kita menemukannya dalam musik, film, novel, hingga kisah nyata tentang dua orang yang saling mendukung dan menguatkan. Namun, ternyata hubungan yang saling memberi manfaat juga berlangsung di tempat yang jauh dari pandangan mata yaitu di bawah permukaan tanah.</p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large"><img data-dominant-color="b0b4b8" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b0b4b8;" fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/09/foto-ektomikoriza-1024x768.webp" alt="" class="wp-image-337761 not-transparent" srcset="https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/09/foto-ektomikoriza-980x735.webp 980w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/09/foto-ektomikoriza-480x360.webp 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam tanah yang gelap, akar tumbuhan dan jamur membangun hubungan yang menarik. Keduanya saling mengenali, berkomunikasi, dan bertukar sumber daya. Hubungan ini disebut mikoriza, yaitu simbiosis antara jamur dan akar tumbuhan yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Berawal dari sebuah sinyal</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Akar tumbuhan memiliki tugas penting untuk menyerap air dan unsur hara dari tanah. Namun, akar tidak selalu mampu menjangkau seluruh sumber daya yang tersedia di sekitarnya. Di dalam tanah juga terdapat berbagai organisme, seperti bakteri, jamur, protozoa, dan mikroorganisme lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, tumbuhan memiliki cara tersendiri untuk menemukan “mitra” yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika membutuhkan bantuan jamur mikoriza, akar tumbuhan melepaskan senyawa kimia bernama strigolaktan. Senyawa ini berfungsi sebagai sinyal yang dapat dikenali oleh jamur mikoriza arbuskular di sekitar akar.</p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large"><img data-dominant-color="878862" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #878862;" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-17-at-14.53.52-2-1024x768.webp" alt="" class="wp-image-337759 not-transparent" srcset="https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-17-at-14.53.52-2-1024x768.webp 1024w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-17-at-14.53.52-2-980x735.webp 980w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-17-at-14.53.52-2-480x360.webp 480w" sizes="(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sinyal tersebut kemudian memicu respons dari jamur. Jamur menghasilkan senyawa yang dikenal sebagai faktor Myc, yang membantu proses pengenalan antara jamur dan tumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertukaran sinyal ini menjadi tahap awal sebelum keduanya membentuk hubungan yang lebih erat. Seolah-olah ada percakapan yang berlangsung tanpa suara, menggunakan bahasa kimia yang hanya dipahami oleh organisme di dalam tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ketika akar dan jamur bekerja sama</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah proses pengenalan berlangsung, jamur mulai mendekati akar tumbuhan. Jamur membentuk benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa ini tumbuh menuju akar dan kemudian memasuki jaringan akar melalui mekanisme yang memungkinkan hubungan tersebut terbentuk tanpa merusak sel tumbuhan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di dalam sel akar, hifa membentuk struktur bercabang yang disebut arbuskula. Struktur ini menjadi salah satu tempat utama berlangsungnya pertukaran sumber daya antara tumbuhan dan jamur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jamur memiliki jaringan hifa yang sangat luas dan halus sehingga dapat menjangkau ruang tanah yang sulit dicapai oleh akar. Melalui jaringan tersebut, jamur membantu tumbuhan memperoleh air dan unsur hara, terutama fosfor. Sebagai gantinya, tumbuhan memberikan sebagian hasil fotosintesis kepada jamur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fotosintesis adalah proses ketika tumbuhan menggunakan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida untuk menghasilkan senyawa organik sebagai sumber energi. Sebagian hasil proses tersebut kemudian dialokasikan kepada jamur yang membantu tumbuhan memperoleh sumber daya dari tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kata lain, keduanya saling memberikan apa yang dibutuhkan. Tumbuhan menyediakan sumber karbon, sementara jamur membantu memperluas kemampuan tumbuhan dalam memperoleh sumber daya dari tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Percakapan kecil dengan dampak besar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hubungan antara tumbuhan dan jamur tidak berhenti pada pertukaran sumber daya. Mikoriza juga memiliki peran dalam ekosistem, termasuk mendukung penyerapan unsur hara oleh tumbuhan dan berkontribusi terhadap pergerakan karbon di dalam tanah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tumbuhan menyerap karbon dioksida <strong>(CO₂)</strong> dari atmosfer melalui fotosintesis. Karbon tersebut kemudian menjadi bagian dari senyawa organik yang digunakan tumbuhan untuk tumbuh. Sebagian karbon juga dialokasikan ke akar dan organisme yang berasosiasi dengannya, termasuk jamur mikoriza.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menunjukkan bahwa tanah bukan sekadar tempat tumbuhan menancapkan akar. Tanah merupakan ekosistem yang hidup, tempat berbagai organisme berinteraksi dan saling memengaruhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bawah permukaan yang tampak tenang, ada jaringan kehidupan yang terus bekerja. Ada akar yang mengirim sinyal, jamur yang merespons, hifa yang menjelajah, serta unsur hara dan karbon yang berpindah dari satu organisme ke organisme lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika hubungan manusia dibangun melalui komunikasi, kepercayaan, dan saling mendukung, alam memiliki bahasanya sendiri. Tumbuhan dan jamur melakukannya melalui sinyal kimia dan pertukaran sumber daya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Romansa di bawah tanah hadir dalam hubungan yang sederhana, &nbsp;saling mengenali, saling memberi, dan saling menguatkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hubungan yang tersembunyi itulah, tumbuhan dapat tumbuh dan ekosistem dapat terus bertahan.</p>
<p>The post <a href="https://agincourtresources.com/id/2026/09/18/romansa-di-bawah-tanah-mengenal-simbiosis-akar-dan-jamur/">Romansa di Bawah Tanah: Mengenal Simbiosis Akar dan Jamur</a> appeared first on <a href="https://agincourtresources.com/id/">Agincourt Resources</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surili Sumatra: Menjaga Primata Endemik melalui Pemantauan dan Perlindungan Habitat</title>
		<link>https://agincourtresources.com/id/2026/08/21/surili-sumatra-menjaga-primata-endemik-melalui-pemantauan-dan-perlindungan-habitat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[arif harahap]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog ID]]></category>
		<category><![CDATA[Agincourt Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversitas]]></category>
		<category><![CDATA[biodiversity management]]></category>
		<category><![CDATA[ecosystem balance]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[forest ecosystem]]></category>
		<category><![CDATA[habitat hutan hujan]]></category>
		<category><![CDATA[habitat primata]]></category>
		<category><![CDATA[habitat protection]]></category>
		<category><![CDATA[IUCN Red List]]></category>
		<category><![CDATA[keanekaragaman hayati]]></category>
		<category><![CDATA[keberlanjutan ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi hutan]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi primata]]></category>
		<category><![CDATA[Konservasi Satwa Liar]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi Surili Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan populasi primata]]></category>
		<category><![CDATA[pemantauan satwa liar]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian satwa liar]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan habitat]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Presbytis sumatrana]]></category>
		<category><![CDATA[primata arboreal]]></category>
		<category><![CDATA[primata endemik Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[spesies terancam punah]]></category>
		<category><![CDATA[stasiun riset]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra wildlife]]></category>
		<category><![CDATA[Surili Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[tambang emas martabe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://agincourtresources.com/?p=336757</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari ekosistem di kawasan Tambang Emas Martabe. Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Agincourt Resources  terus menjalankan upaya perlindungan satwa liar melalui pendekatan berbasis data, salah satunya terhadap kelompok primata yang hidup di kawasan hutan sekitar wilayah operasional. Salah satu primata yang menjadi bagian dari kekayaan hayati tersebut adalah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://agincourtresources.com/id/2026/08/21/surili-sumatra-menjaga-primata-endemik-melalui-pemantauan-dan-perlindungan-habitat/">Surili Sumatra: Menjaga Primata Endemik melalui Pemantauan dan Perlindungan Habitat</a> appeared first on <a href="https://agincourtresources.com/id/">Agincourt Resources</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="text-justify wp-block-paragraph">Keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari ekosistem di kawasan Tambang Emas Martabe. Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Agincourt Resources  terus menjalankan upaya perlindungan satwa liar melalui pendekatan berbasis data, salah satunya terhadap kelompok primata yang hidup di kawasan hutan sekitar wilayah operasional.</p>



<p class="text-justify wp-block-paragraph">Salah satu primata yang menjadi bagian dari kekayaan hayati tersebut adalah Surili Sumatra (<em>Presbytis sumatrana</em>), primata arboreal yang endemik Pulau Sumatra. Keberadaan spesies ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, sehingga pemantauan dan perlindungan habitatnya dilakukan secara berkelanjutan.</p>



<figure class="wp-block-image aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="575" src="https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-1024x575.webp" alt="" class="wp-image-336755" srcset="https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-1024x575.webp 1024w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-300x169.webp 300w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-768x431.webp 768w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-1536x863.webp 1536w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-2048x1150.webp 2048w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-1080x607.webp 1080w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-1280x719.webp 1280w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-980x550.webp 980w, https://agincourtresources.com/wp-content/uploads/2026/08/Presbytis-sumatrana-5-480x270.webp 480w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="text-justify wp-block-paragraph">Upaya tersebut didukung melalui pengelolaan stasiun riset yang menjadi ruang bagi kegiatan penelitian, edukasi, serta pemantauan satwa liar. Bersama tim peneliti dan pihak terkait, Agincourt Resources melakukan pengumpulan data mengenai keberadaan, distribusi, perilaku, serta kondisi habitat primata. Data yang diperoleh menjadi dasar untuk memahami perubahan populasi dan habitat sekaligus menyusun langkah konservasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.</p>



<p class="text-justify wp-block-paragraph"><em>Presbytis sumatrana</em> termasuk dalam famili <em>Cercopithecidae</em>. Spesies ini memiliki tubuh ramping, ekor panjang, serta warna bulu dominan abu-abu gelap hingga kehitaman dengan bagian bawah tubuh yang lebih terang. Surili Sumatra umumnya menempati hutan hujan dataran rendah hingga perbukitan, terutama kawasan hutan dengan struktur kanopi yang masih baik.</p>



<p class="text-justify wp-block-paragraph">Sebagai satwa diurnal dan arboreal, Surili Sumatra lebih banyak beraktivitas pada siang hari dan menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan. Pergerakannya cenderung tenang dan hati-hati, dengan memanfaatkan dahan kecil hingga sedang pada bagian tengah dan atas kanopi. Satwa ini umumnya hidup dalam kelompok kecil yang terdiri atas satu jantan dewasa, beberapa betina, dan anak.</p>



<p class="text-justify wp-block-paragraph">Dari sisi pakan, Surili Sumatra terutama memanfaatkan bagian tumbuhan yang tersedia di habitatnya, seperti daun, pucuk, buah, dan bunga. Ketersediaan sumber pakan tersebut turut dipengaruhi oleh kondisi dan struktur vegetasi hutan, sehingga keberadaan habitat yang sehat menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidupnya.</p>



<p class="text-justify wp-block-paragraph">Menurut IUCN Red List, Surili Sumatra berstatus Endangered (Terancam Punah). Ancaman terhadap spesies ini terutama berkaitan dengan kehilangan dan fragmentasi habitat, perubahan fungsi kawasan hutan, serta berbagai tekanan terhadap populasi satwa liar.</p>



<p class="text-justify wp-block-paragraph">Karena itu, konservasi tidak hanya dilakukan dengan memantau satwanya, tetapi juga dengan memahami kondisi habitat secara menyeluruh. Pengumpulan data secara berkala memungkinkan adanya evaluasi terhadap perubahan populasi, pola pergerakan, ketersediaan habitat, serta potensi ancaman yang dapat memengaruhi keberadaan primata.</p>



<p class="text-justify wp-block-paragraph">Melalui pemantauan jangka panjang dan kolaborasi dengan para peneliti, Agincourt Resources terus memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati di kawasan Tambang Emas Martabe. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga agar keberadaan Surili Sumatra dan satwa liar lainnya tetap dapat mendukung keseimbangan ekosistem. Bagi Agincourt Resources, menjaga keanekaragaman hayati merupakan bagian dari upaya menjaga yang berharga memastikan kegiatan operasional berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem di sekitar.</p>
<p>The post <a href="https://agincourtresources.com/id/2026/08/21/surili-sumatra-menjaga-primata-endemik-melalui-pemantauan-dan-perlindungan-habitat/">Surili Sumatra: Menjaga Primata Endemik melalui Pemantauan dan Perlindungan Habitat</a> appeared first on <a href="https://agincourtresources.com/id/">Agincourt Resources</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
