Ketahui 5 Tantangan Perencanaan Tambang pada Geologi Pertambangan

tantangan-perencanaan-tambang-pada-geologi-pertambangan-agincourt

Dalam aktivitas geologi pertambangan (mine geology), perencanaan dilakukan lewat pengolahan banyak data. Perusahaan pertambangan saat ini mendapatkan tantangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dari hasil tambang. Sementara itu, cadangan mineral dan logam dalam lokasi tambang akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Dalam memenuhi hal tersebut, perencanaan tambang (mine planning) serta pemodelan geologi (geological modeling) adalah faktor paling berpengaruh. Namun, terlepas dari kedua hal tersebut ada beberapa tantangan dalam geologi pertambangan.

Baca Juga: Apa yang Dilakukan oleh Mining Geology?

Tantangan dalam Geologi Pertambangan

1. Menangkap dan Mengenali Kompleksitas Deposit Mineral

Dalam geologi pertambangan, dikenal ada model geologis. Sayangnya, pemodelan ini seringkali tidak detail dalam memberikan gambaran. Biasanya, hal ini paling sering terjadi dalam pertambangan batubara serta bijih besi. Faktanya, pemodelan fault yang merupakan gambaran mengenai patahan geografis akibat pergeseran lempeng bumi sering dibuat sangat sederhana, sementara perusahaan membutuhkan detail informasi yang lebih lengkap.

Oleh sebab itulah perusahaan harus membuat  model pertambangan yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Modeling memang perlu menyesuaikan dengan database. Namun, proses modeling juga perlu memperhatikan patahan-patahan geografis.

2. Membuat Perkiraan Produksi dan Perencanaan Anggaran yang Akurat

Perlu dipahami bahwa dalam geologi pertambangan hal yang juga cukup sulit dilakukan adalah melakukan perkiraan produksi. Mengelola variasi hasil tambang tidak bisa dilakukan secara mudah dan sembarangan. Terkadang, aliran data tambang berjalan lebih lambat karena faktor inefisiensi proses serta defisiensi teknologi. Perencanaan tambang harus mampu menyeimbangkan antara berbagai informasi untuk proses akurasi pemodelan geologis.

Melalui model geologis tersebut, maka perencanaan dan penjadwalan tambang bisa lebih akurat. Dengan begitu prediktabilitas produksi tambang bisa ditingkatkan semaksimal mungkin dengan biaya yang terjangkau.

3. Memperbarui Perencanaan Tambang dengan Data Baru dari Lapangan

Tantangan dalam geologi pertambangan selanjutnya adalah memperbarui perencanaan tambang. Membuat rencana dan jadwal tambang pada dasarnya membutuhkan banyak waktu. Meskipun begitu, data justru datang lebih cepat dari pembuatan perencanaan. Proses perencanaan ini juga bisa saja semakin lama jika ada pergantian staf dalam perusahaan. Di sisi lain, kurangnya tenaga ahli juga membuat proses perencanaan juga berjalan jauh lebih lambat.

Oleh sebab itulah perusahaan pertambangan selalu dituntut untuk menemukan cara yang lebih efektif dan efisien. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan otomatisasi terhadap sistem pemodelan. Dengan kata lain, perencanaan harus tetap diperbarui bersamaan dengan perubahan data di lapangan. Melalui update ketersediaan peralatan, jumlah pekerjaan, hingga keadaan lapangan maka perencanaan bisa diperbarui secara otomatis.

4. Memanfaatkan Perubahan Pasar yang Cepat untuk Meningkatkan Kondisi Operasional

Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pemodelan geologi pada dasarnya tidak seimbang dengan frekuensi perubahan yang terjadi. Apalagi, tenaga ahli juga akan lebih fokus pada pengembangan perencanaan dari pada kinerja operasional. Oleh sebab itu, perusahaan pertambangan perlu menggunakan alat bantu self documenting untuk membantu proses geologi pertambangan. Dengan begitu, tenaga ahli bisa memiliki keleluasaan menentukan langkah paling efektif perencanaan.

5. Memperlancar Aliran Informasi Antara Geological Modeling, Mine Planning, dan Mine Scheduling

Ketika perencanaan serta penjadwalan tidak berjalan sesuai rencana, maka bisa memperlambat waktu proses turnaround. Akibatnya, perusahaan juga akan mengalami beberapa masalah lain yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, salah satu cara yang bisa dipakai adalah dengan melakukan cover pada perencanaan, penjadwalan, dan pemodelan. Cara seperti ini diyakini mampu menghemat waktu hingga 60%.

Baca Juga: Tugas Ahli Geologi Dalam Aktivitas Pertambangan

Dengan waktu yang bisa dihemat, aktivitas dalam pertambangan juga bisa dimaksimalkan. Di sisi lain, semua bentuk perencanaan, penjadwalan, dan pemodelan geologi pertambangan bisa dilakukan dengan mudah. Jika Anda tertarik dengan informasi-informasi mengenai emas atau pertambangan emas, Anda bisa membaca artikel-artikel dari PT. Agincourt Resource di sini.

judi online baccarat togel idn play tangkas88 infini88 slot bonanza88 slot online agen sbobet pragmatic slot pulsa sbobet slot deposit dana situs judi online selot autowin88 slot vegasslot pokerseri joker123