Komitmen menjaga keanekaragaman hayati di Ekosistem Hutan Batang Toru (EHBT) terus diperkuat melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan. Pada 22–23 Agustus 2026, Forum Konservasi Orangutan Sumatera (FOKUS) mengunjungi Tambang Emas Martabe dan Stasiun Riset Batang Toru untuk melihat langsung berbagai upaya konservasi yang dilakukan Agincourt Resources bersama Yayasan Marsada Sahata Lestari.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan World Orangutan Day 2026. Selain meninjau fasilitas dan area konservasi, kegiatan ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan pandangan antara FOKUS, Agincourt Resources, serta Yayasan Marsada Sahata Lestari dalam memperkuat upaya pelestarian orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dan keanekaragaman hayati di Sumatra Utara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan General Manager Operations, Wira Dharma Putra. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan area nursery, Tailing Storage Facility (TSF), serta area operasional Tambang Emas Martabe dari Lookout.
Bersama tim, rombongan FOKUS selanjutnya menuju Stasiun Riset Batang Toru dan menyusuri area preservasi yang dikelola Agincourt Resources. Di lokasi tersebut, peserta melihat langsung fasilitas penelitian yang dibangun Agincourt Resources bersama Yayasan Marsada Sahata Lestari sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan penelitian dan konservasi orangutan Tapanuli.
Kegiatan ditutup dengan diskusi antara FOKUS, Agincourt Resources, dan Yayasan Marsada Sahata Lestari. Forum ini menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan, pengalaman, serta masukan mengenai penguatan inisiatif konservasi dan pengelolaan keanekaragaman hayati di Ekosistem Hutan Batang Toru.
Ketua FOKUS, Julius Paolo Siregar, menilai keberadaan Stasiun Riset Batang Toru merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Agincourt Resources terhadap konservasi orangutan Tapanuli. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan dukungan konkret terhadap kegiatan penelitian dan konservasi di Batang Toru.
Ia juga menyampaikan bahwa upaya konservasi ke depan perlu dikembangkan dengan melihat kebutuhan dan target yang lebih luas. Pendekatan berbasis lanskap dinilai penting agar pelestarian tidak hanya berfokus pada satu habitat atau satu spesies, tetapi turut mempertimbangkan keterhubungan ekosistem secara menyeluruh.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan sektor swasta memiliki peran penting dalam memperluas perhatian dan dukungan terhadap keberlanjutan ekosistem di sekitarnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Kelompok Pemerhati FOKUS, Khairul Azmi. Setelah melihat langsung berbagai bentuk dukungan Agincourt Resources terhadap konservasi orangutan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasionalnya, ia berharap Stasiun Riset Batang Toru dapat berkembang menjadi pilot project atau proyek percontohan bagi perusahaan lain di Sumatra Utara.







