Beruk (Macaca nemestrina) merupakan primata dari famili Cercopithecidae yang tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand bagian selatan, dan Brunei Darussalam. Di beberapa daerah, satwa ini juga dikenal sebagai bodat.
Ciri Khas yang Mudah Dikenali
Beruk memiliki tubuh kekar dengan panjang sekitar 45–60 sentimeter pada betina dan lebih dari 70 sentimeter pada jantan. Bobot tubuhnya berkisar 5–15 kilogram. Ciri paling khas adalah ekornya yang pendek dan melengkung menyerupai ekor babi, sehingga dikenal sebagai pig-tailed macaque.
Warna rambutnya berkisar dari cokelat zaitun hingga abu-abu gelap, dengan bagian bawah tubuh yang lebih terang. Tungkainya yang kuat mendukung aktivitas beruk yang lebih banyak berlangsung di permukaan tanah dibandingkan sejumlah jenis Macaca lainnya.
Aktif, Cerdas, dan Hidup Berkelompok
Beruk merupakan primata diurnal, yaitu aktif pada siang hari. Satwa ini hidup dalam kelompok yang terdiri atas jantan dan betina, dengan jumlah sekitar 15–40 individu.
Dalam kelompok, beruk menunjukkan berbagai perilaku sosial, seperti saling merawat tubuh (grooming), berkomunikasi melalui vokalisasi, bermain, serta mempertahankan dominansi. Kemampuan mengenali individu, memahami isyarat visual, dan menyesuaikan cara mencari makan menunjukkan tingkat kecerdasan sosial yang tinggi.
Pakan Beragam, Adaptasi Tinggi
Beruk merupakan satwa omnivora, dengan buah sebagai salah satu sumber pakan utamanya. Selain buah, beruk mengonsumsi biji, pucuk daun muda, bunga, jamur, serangga, krustasea kecil, telur burung, dan vertebrata kecil.
Kemampuan memanfaatkan berbagai sumber pakan membantu beruk beradaptasi ketika ketersediaan makanan berubah. Di habitat yang telah mengalami perubahan, beruk juga dapat memanfaatkan tanaman budidaya, seperti kelapa sawit, pisang, dan umbi-umbian. Kondisi ini dapat meningkatkan interaksi antara satwa dan manusia.
Rentan, Perlu Dilindungi
International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan beruk dalam kategori Vulnerable (Rentan). Status ini menunjukkan bahwa beruk menghadapi risiko kepunahan di alam apabila berbagai ancaman terhadap habitat dan populasinya tidak dikendalikan.
Melindungi beruk berarti turut menjaga habitat dan proses ekologis yang mendukung kehidupan hutan.
Menyebarkan Biji, Menumbuhkan Hutan
Sebagai pemakan buah, beruk berperan dalam penyebaran biji. Biji yang terbawa melalui aktivitas makan dan pergerakannya dapat tersebar ke berbagai lokasi dan membantu regenerasi vegetasi.
Peran tersebut menunjukkan bahwa setiap satwa memiliki fungsi dalam ekosistem. Beruk bukan sekadar penghuni hutan, tetapi bagian dari proses alami yang membantu hutan terus tumbuh dan beregenerasi.







