Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, Agincourt Resources Dampingi 15 Sekolah Adiwiyata

Sep 22, 2026

Membangun kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan menjaga kebersihan sekolah. Kebiasaan memilah sampah, menghemat air dan energi, merawat tanaman, hingga menjaga lingkungan sekitar perlu tumbuh menjadi bagian dari keseharian warga sekolah. Karena itu, penguatan kapasitas guru dan siswa menjadi langkah penting agar budaya peduli lingkungan dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Agincourt Resources yang mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) atau Adiwiyata. Bersama Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tapanuli Selatan dan Yayasan Peduli Lingkungan (YPL) Semut Merah, Agincourt Resources memberikan pembinaan dan pendampingan kepada sekolah-sekolah binaan untuk memperkuat penerapan budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan.

Sebanyak 15 sekolah binaan Agincourt Resources mengikuti kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Sekolah Adiwiyata serta Jambore Gen Berdaya Sekolah Adiwiyata pada 21–22 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi guru dan kader Adiwiyata untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan komitmen dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 guru yang terdiri atas dua fasilitator dari setiap sekolah mendapatkan pembekalan mengenai persyaratan, indikator, dan mekanisme penilaian Sekolah Adiwiyata. Pembekalan ini diharapkan membantu para fasilitator dalam mendampingi penerapan budaya peduli lingkungan sekaligus mempersiapkan sekolah sesuai dengan tahapan Adiwiyata yang diikuti.

Tidak hanya guru, siswa juga mengambil peran melalui Jambore Gen Berdaya yang diikuti kader Adiwiyata dari 15 sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, mengembangkan gagasan, dan memperkuat peran sebagai penggerak kepedulian lingkungan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan, Herman Siregar, mengatakan Jambore Gen Berdaya menjadi momentum bagi siswa untuk memperkuat pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengapresiasi dukungan Agincourt Resources dalam mendampingi sekolah-sekolah Adiwiyata dan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara konsisten di sekolah maupun di rumah, sekaligus mendorong lahirnya inovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sebanyak 15 sekolah yang mengikuti program ini berada pada beberapa tahapan Adiwiyata. Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) terdiri atas SMPN 1 Tantom Angkola dan MTsS NU Batang Toru. Calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) adalah SMAN 1 Batang Toru.

Sementara itu, Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) terdiri atas SDN No. 100710 Hapesong Baru, SDN No. 100715, SDN No. 100910 Islam Terpadu Faza Azkia, SMPN 1 Muara Batang Toru, SMPN 2 Muara Batang Toru, MTsN 3 Tapanuli Selatan, dan SMKN 1 Batang Toru. Adapun Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri (CSAM) terdiri atas SDN No. 100707 Perkebunan Batang Toru, SDN No. 100712 Hapeong Lama, SMPN 1 Batang Toru, SMPN 2 Batang Toru, dan SMKN 2 Batang Toru.

Rangkaian kegiatan meliputi pembangunan kompetensi fasilitator Adiwiyata, Jambore Gen Berdaya bagi kader Adiwiyata, pendampingan ketiga bagi sekolah mandiri dan sekolah yang melakukan pengimbasan, serta pendampingan Program Kader Adiwiyata Gen Berdaya.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, upaya membangun sekolah Adiwiyata diharapkan tidak berhenti pada pencapaian predikat. Lebih jauh, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar program, melainkan nilai yang hidup dalam kebiasaan sehari-hari.

BACA SELENGKAPNYA

Posting Terkait