Surili Sumatra: Menjaga Primata Endemik melalui Pemantauan dan Perlindungan Habitat

Agu 21, 2026

Keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari ekosistem di kawasan Tambang Emas Martabe. Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Agincourt Resources  terus menjalankan upaya perlindungan satwa liar melalui pendekatan berbasis data, salah satunya terhadap kelompok primata yang hidup di kawasan hutan sekitar wilayah operasional.

Salah satu primata yang menjadi bagian dari kekayaan hayati tersebut adalah Surili Sumatra (Presbytis sumatrana), primata arboreal yang endemik Pulau Sumatra. Keberadaan spesies ini menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, sehingga pemantauan dan perlindungan habitatnya dilakukan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut didukung melalui pengelolaan stasiun riset yang menjadi ruang bagi kegiatan penelitian, edukasi, serta pemantauan satwa liar. Bersama tim peneliti dan pihak terkait, Agincourt Resources melakukan pengumpulan data mengenai keberadaan, distribusi, perilaku, serta kondisi habitat primata. Data yang diperoleh menjadi dasar untuk memahami perubahan populasi dan habitat sekaligus menyusun langkah konservasi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Presbytis sumatrana termasuk dalam famili Cercopithecidae. Spesies ini memiliki tubuh ramping, ekor panjang, serta warna bulu dominan abu-abu gelap hingga kehitaman dengan bagian bawah tubuh yang lebih terang. Surili Sumatra umumnya menempati hutan hujan dataran rendah hingga perbukitan, terutama kawasan hutan dengan struktur kanopi yang masih baik.

Sebagai satwa diurnal dan arboreal, Surili Sumatra lebih banyak beraktivitas pada siang hari dan menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan. Pergerakannya cenderung tenang dan hati-hati, dengan memanfaatkan dahan kecil hingga sedang pada bagian tengah dan atas kanopi. Satwa ini umumnya hidup dalam kelompok kecil yang terdiri atas satu jantan dewasa, beberapa betina, dan anak.

Dari sisi pakan, Surili Sumatra terutama memanfaatkan bagian tumbuhan yang tersedia di habitatnya, seperti daun, pucuk, buah, dan bunga. Ketersediaan sumber pakan tersebut turut dipengaruhi oleh kondisi dan struktur vegetasi hutan, sehingga keberadaan habitat yang sehat menjadi faktor penting bagi kelangsungan hidupnya.

Menurut IUCN Red List, Surili Sumatra berstatus Endangered (Terancam Punah). Ancaman terhadap spesies ini terutama berkaitan dengan kehilangan dan fragmentasi habitat, perubahan fungsi kawasan hutan, serta berbagai tekanan terhadap populasi satwa liar.

Karena itu, konservasi tidak hanya dilakukan dengan memantau satwanya, tetapi juga dengan memahami kondisi habitat secara menyeluruh. Pengumpulan data secara berkala memungkinkan adanya evaluasi terhadap perubahan populasi, pola pergerakan, ketersediaan habitat, serta potensi ancaman yang dapat memengaruhi keberadaan primata.

Melalui pemantauan jangka panjang dan kolaborasi dengan para peneliti, Agincourt Resources terus memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati di kawasan Tambang Emas Martabe. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga agar keberadaan Surili Sumatra dan satwa liar lainnya tetap dapat mendukung keseimbangan ekosistem. Bagi Agincourt Resources, menjaga keanekaragaman hayati merupakan bagian dari upaya menjaga yang berharga memastikan kegiatan operasional berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan dan keberlanjutan ekosistem di sekitar.

BACA SELENGKAPNYA

Posting Terkait