Sudahkan Anda Mengetahui Land Clearing? Berikut Metode Kerjanya

sudahkan-anda-mengetahui-land-clearing-agincourt

Anda perlu melakukan penyusunan tata ruang sebelum land clearing.

Land clearing atau pembukaan lahan menjadi kebutuhan di tengah meningkatnya jumlah penduduk dunia. Beberapa hutan dialih fungsikan oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan tempat tinggal mereka. Di sisi lain, pembukaan lahan juga digunakan sebagai salah satu alternatif untuk kebutuhan ekonomi. Perkebunan sawit menjadi contoh nyata bagaimana banyak hutan produktif dialih fungsikan demi kebutuhan ekonomi.

Di samping itu, pertambangan juga menjadi salah satu faktor dalam aktivitas pembukaan lahan. Namun, setelah proses pertambangan selesai, perusahaan akan melakukan upaya pasca tambang untuk mengembalikan lahan ke rona awalnya.

Baca Juga: Proses Pembukaan Lahan Tambang

Apa Itu Land Clearing?

Pembukaan lahan atau land clearing merupakan sebuah proses pembersihan hingga penyiapan lahan untuk digunakan kembali dalam beberapa aktivitas. Pembersihan ini bukan terbatas untuk pemukiman, tetapi juga kebutuhan lain seperti perkebunan dan pertambangan. Biasanya, aktivitas tersebut juga berkaitan dengan pembangunan sebuah konstruksi. Jalan lintas menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah perbukitan dibelah menjadi dua sehingga bisa dibangun konstruksi. Maka, aktivitas pertambangan bisa berdiri di atas lahan tersebut dan mulai mengubah penampakan fisiknya.

Syarat-Syarat yang Harus Dipatuhi

Untuk melakukan aktivitas ini, maka sebuah korporasi tidak bisa asal-asalan membuka lahan. Perusahaan atau pihak yang berkaitan harus memenuhi persyaratan berikut:

  1.     Lahan yang akan digunakan merupakan kawasan bebas. Artinya, land clearing tidak boleh dilakukan pada wilayah terlindungi atau bahkan wilayah konservasi.
  2.     Pihak yang akan membuka lahan diharuskan membuat analisis mengenai dampak lingkungan.
  3.     Harus dibarengi dengan adanya kajian komprehensif dari berbagai studi kelayakan seperti hidrologi, agronomi, hingga meteorology.

Metode Kerja Land Clearing

Pembukaan lahan menggunakan berbagai metode, seperti:

1. Teknik tebas bakar (slash and burn)

Ini adalah metode paling umum digunakan dan telah ada sejak dahulu. Salah satu alasannya adalah karena lebih cepat dan dari sisi biaya juga jauh lebih murah.

Pola land clearing dengan menggunakan metode slash and burn adalah:

  1.     Pembersihan seluruh vegetasi
  2.     Pengeringan secara alami tanaman yang telah ditebang
  3.     Pembakaran tanaman
  4.     Jika semua tanaman telah habis terbakar, maka lahan bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
  5.     Mekanis tanpa bakar (zero burn)

Metode ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi modern, seperti:

  1.     Alat untuk pembukaan jalan rintisan hingga pengumpulan kayu, seperti bulldozer serta excavator.
  2.     Alat pemotongan kayu modern, misalnya chainsaw.
  3.     Selanjutnya, alat pengolahan tanah atau perumpuk cabang pohon, misalnya traktor.

2. Prosedur Serta Tahapan Land Clearing

Supaya proses land clearing dapat berjalan dengan lancar, maka ada beberapa prosedur yang perlu dipahami, seperti:

  1.    Pembukaan lahan harus sesuai dengan peta perencanaan.
  2.    Sosialisasi kepada masyarakat oleh tim legal.
  3.    Tim legal harus menghadirkan surat pernyataan atau keputusan antara pihak kontraktor, masyarakat, dan pihak desa.
  4.    Kegiatan pembukaan lahan harus dilakukan blok per blok.
  5.    Pengukuran lewat Global Positioning System (GPS) dan pemetaan menggunakan koordinat.
  6.    Tim legal harus mampu memiliki kemampuan negosiasi yang kuat dengan masyarakat.
  7.    Tim legal juga harus memberikan penjelasan mengenai proses ganti rugi kepada masyarakat yang memiliki lahan.
  8.    Kepastian bahwa lahan yang dibutuhkan dalam status aman yang dibuktikan dari surat pernyataan oleh tim legal.
  9.    Identifikasi dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) .

Sedangkan tahapan pembukaan lahan adalah:

  1.     Survey tata batas
  2.     Penyusunan tata ruang
  3.     Blocking
  4.     Pembuatan jalan dan jembatan
  5.     Imas dan tumbang
  6.     Stacking atau perumpukan (pembersihan lahan.)

Baca Juga: Cara Optimalisasi Manajemen Pertambangan

Pembukaan lahan menjadi aktivitas yang sudah umum. Sayangnya, beberapa pihak tidak sepenuhnya mengikuti prosedur dan tahapan tersebut. Itulah alasan mengapa land clearing atau pembukaan lahan sering menimbulkan konflik maupun sengketa. Jika Anda tertarik dengan informasi-informasi mengenai emas atau pertambangan emas, Anda bisa membaca artikel-artikel dari PT. Agincourt Resource di sini.

judi online baccarat togel idn play tangkas88 infini88 slot bonanza88 slot online agen sbobet pragmatic slot pulsa sbobet slot deposit dana situs judi online selot autowin88 slot vegasslot pokerseri joker123