7 Tahapan dalam Pengolahan Emas Batangan

tahapan-dalam-pengolahan-emas-batangan-agincourt

Bagaimana Proses Pengolahan Emas Menjadi Emas Batangan?

Saat ini banyak masyarakat yang membeli emas batangan sebagai investasi, tanpa tau cara pengolahan emas. Salah satu alasannya adalah harga emas yang stabil dan jarang mengalami penurunan. Sehingga, investasi ini merupakan salah satu penanaman modal menarik yang menjanjikan.

Baca Juga: Temuan Bongkahan Emas Terbesar di Dunia

Ternyata, emas batangan juga diolah dari perhiasan bekas yang sudah tidak terpakai. Selain dari emas rongsok yang sudah tidak terpakai, emas batangan juga di produksi dari biji emas yang diperoleh dari tambang dan masih tercampur dengan jenis logam lainnya. Sehingga kadar emasnya tidak murni. Agar menjadi emas batangan murni yang berkadar 99.9%, maka dibutuhkan proses panjang. Begini tahapannya.

Tahapan Pengolahan Emas Batangan

1. Menyiapkan Bahan Baku

Ada dua jenis bahan baku yang bisa digunakan. Biji kecil atau bongkahan emas dengan kadar kemurnian 90% dari hasil tambang merupakan bahan baku yang pertama. Bahan baku yang kedua berasal dari perhiasan-perhiasan yang sudah cacat, rusak karena patah atau tidak digunakan lagi dan memiliki kadar kemurnian 37%.

2. Pencucian Pertama

Bongkahan emas yang dihasilkan dari tambang harus dicuci dengan menggunakan cairan kimia tertentu. Tujuannya untuk meluruhkan jenis logam lain sehingga hanya tersisa konsentrat emas murninya saja dengan kadar mencapai 99,99%.

Pencucian emas dilakukan dengan dua larutan kimia. Larutan kimia yang pertama berfungsi memisahkan logam utama dan besi yang tercampur pada bongkahan emas. Sedangkan larutan kimia yang kedua berfungsi memisahkan perak atau silver yang tercampur pada emas tersebut. Hingga akhirnya menghasilkan jenis bongkahan emas murni.

3. Metode Pencairan Pertama

Metode ini dilakukan pada perhiasan emas rongsok. Caranya,  perhiasan emas rongsok akan dipanaskan dalam tempat khusus sampai batas temperaturnya 1.400 derajat celcius. Setelah meleleh dan berbentuk cairan emas pekat, kemudian bisa dicetak menjadi bentuk emas batangan.

4. Metode Pencairan Kedua

Pada proses pengolahan emas di tahap ini, emas batangan yang berasal dari metode pencairan pertama dipanaskan kembali dan dimasukkan ke dalam cairan klorin. Dari hasil metode pencairan kedua ini akan menghasilkan jenis emas dengan bentuk seperti cornflakes (sereal jagung) yang kadar emasnya mencapai 90%.

5. Pencucian Kedua

Emas yang berbentuk cornflakes tersebut kemudian dicuci menggunakan cairan yang bernama aqua regia. Setelah dicuci menggunakan aqua regia, emas yang berbentuk cornflakes ini nantinya akan larut dan menjadi cairan mirip minyak, kemudian akan terus diproses sampai menjadi pasir emas. Bentuk pasir emas ini merupakan jenis emas dengan kadar paling murni.

6. Pembuatan Biji Emas Murni (Grain)

Cara pengolahan emas selanjutnya, emas yang berbentuk pasir tersebut akan di lelehkan dan dimasukkan ke dalam larutan kimia kembali. Setelah itu baru akan disaring sehingga akan menghasilkan biji emas murni (grain). Biji emas murni  ini merupakan hasil akhir dari proses pemurnian.

7. Proses Pencetakan

Pada tahap terakhir ini,  biji emas murni akan di lelehkan kembali dan di cetak menjadi batangan kotak tipis atau tebal, maupun jenis bentuk yang lainnya seperti koin misalnya. Jika dibentuk batangan, akan dibentuk dengan ukuran berat mulai dari 1 gram hingga 5 kilogram. Setelah itu emas batangan pun siap dipasarkan.

Baca Juga:Industri Pertambangan Emas Dari Tahun Ke Tahun

Ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai pertambangan emas? Anda dapat membacanya disini.

judi online baccarat togel idn play tangkas88 infini88 slot bonanza88 slot online agen sbobet pragmatic slot pulsa sbobet slot deposit dana situs judi online selot autowin88 slot vegasslot pokerseri joker123