Mikoriza: Jejak Senyap yang Menghidupkan, Sahabat Akar yang Menguatkan

Mar 27, 2026

Di balik tanah yang tampak diam, tersimpan kehidupan yang bekerja tanpa suara. Salah satunya adalah mikoriza jamur tanah yang menjalin hubungan erat dengan akar tanaman dalam sebuah simbiosis mutualisme, yaitu hubungan saling menguntungkan antara dua makhluk hidup.

Mikoriza hidup menempel pada akar tanaman dan membantu meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap air serta unsur hara dari tanah. Sebagai imbalannya, tanaman menyediakan karbohidrat hasil fotosintesis sebagai sumber energi bagi jamur. Hubungan ini menjadikan keduanya saling bergantung dan saling menguatkan.

Peran mikoriza tidak berhenti pada satu tanaman. Melalui jaringan benang halus yang disebut hifa, mikoriza memperluas jangkauan akar hingga ke celah-celah tanah yang tidak dapat dijangkau secara alami. Jaringan ini juga memungkinkan terjadinya pertukaran nutrisi dan sinyal kimia antar tanaman, membentuk sistem komunikasi alami di bawah permukaan tanah.

Secara umum, mikoriza terbagi menjadi dua jenis utama. Pertama, ektomikoriza, yaitu jamur yang membentuk lapisan di permukaan akar tanaman. Kedua, mikoriza arbuskular atau endomikoriza, yaitu jamur yang masuk ke dalam jaringan akar dan banyak ditemukan di wilayah tropis, terutama pada lahan terdegradasi.

Dalam konteks pertambangan, lahan pascatambang umumnya mengalami penurunan kualitas, seperti rendahnya unsur hara, buruknya struktur tanah, serta rendahnya kemampuan menahan air. Kondisi ini menjadi tantangan dalam proses rehabilitasi dan revegetasi atau penanaman kembali.

Di sinilah mikoriza memainkan peran penting sebagai solusi berbasis alam. Dengan kemampuannya, mikoriza membantu:

  • meningkatkan penyerapan unsur hara penting seperti fosfor dan nitrogen,
  • memperkuat ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan kondisi lingkungan ekstrem,
  • memperbaiki struktur tanah sehingga lebih mampu menyimpan air dan udara, serta
  • meningkatkan keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan rehabilitasi.

Pemanfaatan mikoriza umumnya dilakukan melalui proses inokulasi, yaitu penambahan mikoriza pada bibit tanaman sejak tahap persemaian. Dengan cara ini, tanaman telah memiliki “mitra” sejak awal pertumbuhannya, sehingga lebih siap beradaptasi saat ditanam di lapangan. Selain itu, mikoriza juga dapat digunakan dalam bentuk pupuk hayati yang dicampurkan langsung ke dalam tanah.

Hasil berbagai penelitian, termasuk di area Tambang Emas Martabe, menunjukkan bahwa mikoriza tidak hanya tumbuh di hutan alami, tetapi juga mampu berkembang di lahan reklamasi yang miskin unsur hara. Keberadaannya terbukti membantu mempercepat pertumbuhan tanaman dan mendukung pemulihan keanekaragaman hayati.

Mikoriza mungkin tak terlihat oleh mata, namun perannya begitu nyata. Ia adalah jejak senyap yang menghidupkan, sahabat akar yang menguatkan, serta bagian penting dari upaya menjaga keseimbangan alam terutama dalam mengembalikan kehidupan di lahan yang pernah terdegradasi.

BACA SELENGKAPNYA

Posting Terkait