Pengelolaan air sisa proses pertambangan tidak hanya berhenti pada pemenuhan standar teknis, tetapi juga pada keterbukaan informasi kepada publik. Agincourt Resources menunjukkan komitmen tersebut dengan menjelaskan secara rinci tahapan pengelolaan air sisa proses hingga proses pelepasannya ke Sungai Batang Toru.

Sebelum dilepas ke badan sungai, air sisa proses terlebih dahulu melalui serangkaian tahapan pengolahan, termasuk proses pengendapan, pengaturan tingkat keasaman (pH), dan pemantauan parameter kualitas lainnya untuk memastikan seluruhnya memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Setiap tahapan diawasi secara ketat oleh tim teknis perusahaan serta diawasi oleh instansi terkait.

Sebagai bagian dari transparansi, pengambilan sampel air dilakukan di lima titik pemantauan yang mewakili area sebelum dan sesudah pelepasan air sisa proses. Proses ini melibatkan Tim Terpadu yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, akademisi, serta perwakilan masyarakat. Sampel yang diambil kemudian diuji di laboratorium independen untuk memastikan hasil yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Membuka awal tahun ini, pengambilan sampel kembali dilaksanakan pada 15 Februari 2026 di lima titik pemantauan, yaitu pada kolam pengendapan akhir (final settling pond), titik outlet sebelum pelepasan, titik pelepasan ke Sungai Batang Toru, dan dua titik pemantauan di hulu dan hilir sungai. Dalam keterangannya, Superintendent Environmental Monitoring, Bayu Ariyanto, menyampaikan bahwa pengambilan sampel dilakukan secara terbuka dan disaksikan bersama untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan standar yang berlaku. Ia menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak dalam pemantauan merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas lingkungan.

Melalui pendekatan ini, Agincourt Resources tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan lingkungan. Transparansi proses, mulai dari pengolahan hingga pengujian, menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat serta menjaga keberlanjutan operasional. Dengan pengelolaan yang terukur dan keterbukaan yang konsisten, perusahaan berupaya memastikan bahwa aktivitas pertambangan berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.







