Rambutan Hutan (Nephelium cuspidatum), Penopang Kehidupan Satwa Liar dan Orang utan

Jan 30, 2026

Hutan hujan tropis Indonesia dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Namun, di balik kekayaan tersebut, tekanan terhadap hutan terus meningkat akibat alih fungsi lahan dan degradasi habitat. Kondisi ini tidak hanya mengancam pepohonan, tetapi juga keberlangsungan hidup satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai sumber pangan dan tempat tinggal. Salah satu tumbuhan hutan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem tersebut adalah rambutan hutan (Nephelium cuspidatum).

Rambutan hutan merupakan jenis pohon buah asli yang tumbuh alami di hutan hujan tropis Sumatra dan Kalimantan. Pohon ini umumnya ditemukan di hutan dataran rendah hingga perbukitan yang masih relatif terjaga. Karena keberadaannya sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang baik, rambutan hutan kerap dijadikan penanda atau indikator kesehatan ekosistem hutan. Semakin banyak jenis pohon pakan alami yang tumbuh, semakin besar pula peluang satwa liar untuk bertahan hidup.

Secara tampilan, buah rambutan hutan berbeda dengan rambutan hasil budidaya yang biasa dijumpai di pasar. Daging buahnya lebih tipis, namun tetap mengandung energi dan air yang dibutuhkan satwa. Pada musim berbuah, pohon rambutan hutan menjadi sumber makanan penting bagi berbagai jenis hewan, seperti burung, kelelawar pemakan buah, primata, hingga mamalia yang hidup di atas pohon.

Keberadaan satwa-satwa tersebut tidak hanya penting sebagai konsumen buah, tetapi juga sebagai penyebar biji alami. Biji rambutan hutan yang terbawa dan terjatuh di lokasi berbeda dari pohon induknya memiliki peluang tumbuh menjadi pohon baru. Proses alami ini membantu menjaga regenerasi hutan serta mempertahankan struktur dan keseimbangan ekosistem dalam jangka panjang.

Bagi orang utan (Pongo), rambutan hutan termasuk salah satu sumber pakan yang bernilai tinggi, terutama saat musim buah melimpah. Orang utan memanfaatkan daging buahnya sebagai sumber karbohidrat dan cairan untuk menunjang kebutuhan energi harian. Biji yang tersisa kemudian dibuang di lokasi lain, sehingga membantu proses penyebaran biji secara alami dan efektif.

Tidak hanya sebagai sumber makanan, pohon rambutan hutan juga berperan sebagai bagian penting dari habitat orang utan. Tajuknya yang cukup rapat dan cabang-cabangnya yang kuat mendukung aktivitas orangutan yang sebagian besar hidup dan bergerak di atas pohon. Dengan adanya pohon-pohon besar seperti rambutan hutan, orangutan dapat berpindah dari satu pohon ke pohon lain dengan aman tanpa harus turun ke tanah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan satwa liar, Agincourt Resources turut membudidayakan rambutan hutan (Nephelium cuspidatum) di fasilitas persemaian atau nursery perusahaan. Bibit yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi dan pemulihan habitat, khususnya di area yang mengalami gangguan.

Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pohon pakan alami bagi orangutan dan satwa liar lainnya dalam jangka panjang. Selain itu, penanaman kembali rambutan hutan juga berperan dalam memperkuat fungsi ekologis lanskap di sekitar wilayah operasional perusahaan agar tetap mendukung keseimbangan alam.

Pelestarian rambutan hutan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya konservasi satwa liar berbasis ekosistem. Hilangnya pohon pakan akibat kerusakan hutan dapat berdampak langsung pada kelangsungan hidup satwa. Oleh karena itu, perlindungan hutan alam, pemulihan kawasan yang terdegradasi, serta penanaman kembali jenis-jenis pohon pakan asli seperti rambutan hutan perlu terus didorong sebagai langkah bersama dalam menjaga masa depan hutan tropis Indonesia.

BACA SELENGKAPNYA

Posting Terkait